Panduan Lengkap Menggunakan Elementor

Salah satu page builder yang sangat umum dipakai adalah Elementor. Tercatat ada dua juta pengguna WordPress yang memakai plugin ini di web. Di artikel ini, Anda bisa baca panduan lengkap cara menggunakan Elementor.

Apa itu Elementor?

Elementor adalah page builder yang khusus diciptakan untuk website berbasis WordPress. Dengan menambahkan plugin ini ke web, Anda bisa bebas mengubah dan mendesain ulang tampilan web.

Bagaimana caranya? Jika dijelaskan secara singkat, beginilah kira-kira cara Elementor bekerja:

  • Elementor membantu Anda mengubah tampilan dengan sistem bernama drag and drop. Terdapat sejumlah tombol elemen web ─ semacam teks, video, galeri, spacer, dsb ─ yang bisa diklik, ditaruh, dan disusun sesuai keinginan.
  • Elementor memberi opsi bagi Anda untuk mengubah setiap halaman di website. Mulai dari post, custom post types, sampai dengan pages bisa didesain ulang. Opsi ini membuat Anda leluasa menyesuaikan nuansa tampilan dengan konten tertentu.
  • Plugin ini bekerja di front-end website. Artinya, apa yang Anda lihat ketika mengustomisasi website akan jadi tampilan yang dilihat oleh pengunjung. Cara ini membuat Anda lebih efektif dalam mendesain. Apalagi kalau dibandingkan dengan desain sistem back-end yang sedikit rumit dan menyita waktu.
  • Anda tak perlu kemampuan HTML atau PHP untuk desain website. Satu-satunya yang Anda butuhkan hanyalah kreativitas.

Ya, kira-kira begitulah garis besar cara kerja Elementor. Kini saatnya mengeksplor apa-apa saja yang bisa dibuat dengan plugin satu ini. 

Apa yang Bisa Anda Buat dengan Elementor?

Sebelumnya disebutkan, Elementor bisa dipakai untuk mendesain setiap halaman pada website. Namun, apa saja tepatnya yang bisa dibuat dengan Elementor? Berikut jawabannya:

  • Landing pages ─ halaman khusus untuk mengajak pengunjung agar melakukan aksi tertentu. Entah itu dengan mengisi formulir, subscribe website, ataupun melakukan transaksi untuk produk atau layanan.
  • Opt-in forms ─ formulir khusus yang disediakan untuk pengunjung. Dengan mengisi nama dan alamat email, pengunjung bisa mendapatkan akses konten premium atau langganan website. Anda bisa letakkan opt-in forms di mana saja Anda mau: sidebars, header, footer, atau di konten itu sendiri.
  • Widget ─ berbagai elemen tambahan untuk melengkapi fungsi halaman. Semisal, login form, rekomendasi konten sejenis, peta, dan sebagainya. Baca juga rekomendasi widget terbaik untuk website WordPress.
  • Pop-up ─ pesan atau iklan promosi yang muncul secara tiba-tiba ketika membuka website.
  • Custom header and footer ─ elemen yang berisi identitas dan informasi spesifik seputar website. Terletak di bagian atas web (header) dan paling bawah (footer).
  • Custom post types ─ pada dasarnya merupakan halaman konten biasa. Dengan Elementor, halaman konten tersebut bisa disesuaikan tampilannya menurut keinginan.
  • Global widgets ─ widget yang bisa didesain sekali dan digunakan pada bagian-bagian web sekaligus.

Banyak sekali, bukan? Kalau Anda menginginkan satu solusi mudah untuk desain web, sudah tentu Elementor jawabannya. Cara memakainya mudah. Pun, ada banyak kustomisasi yang bisa dilakukan.

Mengenal Bagian-Bagian di Elementor Page Builder

Elementor menjanjikan satu solusi lengkap untuk desain web. Ada banyak fitur dan komponen yang termasuk di dalam pluginnya. 

Sekilas ini jadi berita baik untuk pengguna WordPress. Artinya, Anda tak perlu menginstal tambahan aplikasi untuk mem-backup Elementor.

Namun, fitur sangat lengkap juga bisa sedikit merepotkan. Sebagai pemula, Anda bisa-bisa dibuat bingung karena banyaknya opsi dan elemen yang bisa ditambahkan. 

Supaya memudahkan Anda, di bagian ini kami akan perkenalkan elemen-elemen di Elementor. Dengan begitu, Anda bisa merasa lebih familiar dalam menggunakan plugin satu ini.

Untuk mempermudah penjelasan, kami akan membagi bagian ini ke dalam tiga poin. Ketiga poin itu adalah:

  1. Tab options;
  2. Page settings;
  3. Elements library.

Lagi-lagi, kami ingatkan, pembahasan bagian ini akan sangat panjang. Akan tetapi, kami harap info yang panjang ini akan bermanfaat. Selain juga, kami yakin, tak ada web lain yang memuat tutorial selengkap ini.

Baik. Mari kita mulai jabarkan satu per satu bagian-bagian dari Elementor.

1. Tab options

Tab options terletak di bagian bawah Elementor side panel. Dilihat dari browser, panel ini terletak di sebelah kiri halaman.

Sejujurnya, Elementor tak mengeluarkan nama resmi untuk bagian ini. Akan tetapi, supaya mudah, kami sebut saja sebagai tab options. Sebab, bagian ini memang terdiri atas opsi-opsi berbentuk tab.

Nama tab dari kiri ke kanan: settings, navigator, history, responsive mode, dan preview changes. Deskripsi singkat seperti berikut:

  • Settings  ─ memuat pengaturan umum soal halaman (judul, status publikasi, featured image, opsi sembunyikan judul, dan page layout); pengaturan style halaman (opsi gaya latar belakang, warna latar, gambar, dan padding), dan custom CSS.
  • Navigator ─ semacam daftar isi yang memuat komponen Elementor apa saja yang digunakan di sebuah halaman. Tab ini memudahkan Anda merunut dan mengatur tampilan halaman.
  • History ─ mendaftar perubahan apa saja yang dilakukan pada halaman. Anda bisa dengan mudah undo atau redo sebuah aksi.
  • Responsive mode ─ preview tampilan web di tiga layar berbeda, yaitu desktop, tablet, dan mobile. Ubah langsung untuk sesuaikan tampilan di resolusi layar yang diinginkan.
  • Preview changes ─ lihat hasil desain web sebelum disimpan dan dipublikasi ke khalayak.

2. Page settings

Bagian ini memuat pengaturan basic Elementor. Terdiri dari tiga opsi yang berbeda, yaitu StyleSettings, dan Go To.

Di opsi style, Anda bisa menyesuaikan tampilan warna dan font dari website. Terdapat default color dan default font yang bisa diubah dengan bebas. Untuk mendapatkan warna yang pas, ada juga fitur color picker.

Opsi settings memuat pengaturan di WordPress dan pengaturan Elementor. Pengaturan di WordPress lebih banyak soal aktivasi fitur di Elementor. Sedangkan untuk pengaturan Elementor, Anda bisa menyesuaikan jarak antara konten, lebar konten, serta tampilan foto serta galeri.

Di bagian Go To, ada tiga hal yang bisa dilakukan. Finder dipakai untuk mencari elemen konten di Elementor dengan cepat dan mudah. Anda tak perlu mencari manual dengan scrolling di element library. 

Lalu, opsi View Page sama dengan Preview changes. Opsi yang tak lain membolehkan Anda mengintip halaman sebelum menyimpan atau mempublikasikannya. Terakhir, Exit Dashboard adalah tombol yang bisa diklik ketika Anda memutuskan kembali ke halaman Dashboard.

3. Element library

Element library berisi semua elemen yang bisa Anda tambahkan ke halaman website. Ada tiga jenis elemen yang bisa Anda pilih, yaitu basic, general, dan WordPress. Kami akan jabarkan deskripsi setiap elemen di bawah ini:

Basic memuat elemen-elemen sederhana yang terdapat di setiap konten.

General berisi widgets yang lebih advance dibandingkan widget basic. Terdapat lebih banyak elemen yang bisa ditambahkan.

WordPress merupakan pilihan widget bawaan dari WordPress. Kurang lebih isinya sama dengan yang ada di Elementor. Jika Anda menambahkan plugin seperti Jetpack, widgets dari plugin tersebut juga akan muncul.

Video Panduan

Silahlan simak vdeo berikut

Mohon Bantuan Anda

Kami memerlukan bantuan Anda untuk review bisnis kami di google, agar orang lain tau seberapa puas Anda dengan layanan kami.

Scroll to Top