MODUL 25 – Educational Story

[STUDY CASE #1]

Bagaimana Menulis Copywriting dengan Sentuhan NLP yang memiliki Konversi yang Tinggi dan Dishare Banyak Orang…!!

Ketika Anda baca status ini, Anda akan lebih paham tentang Bagaimana yang harus Anda lakukan kedepannya saat menulis status di Facebook agar disukai banyak orang, memiliki konversi yang tinggi, bahkan rela dishare kemana-mana

Satu dari sekian banyak teknik yang sering Saya lakukan adalah: EDUCATIONAL STORY.

Educational Story adalah teknik copywriting dengan cara menceritakan sesuatu yang bernilai pada market Anda. Gampangnya, Anda edukasi market Anda terlebih dahulu dengan nilai-nilai bermanfaat, sebelum Anda “menjuali” mereka.

Dalam status ini, Saya ingin membedah salah satu status Saya yang mendapatkan hasil bagus dan konversi cukup tinggi. Untuk memudahkan pemahaman, sengaja sudah Saya kasih tanda dengan nomor, garis, dan kotak merah pada gambar terlampir.

gambar nya di sini GAMBAR TERLAMPIR

Coba perhatikan…

 

Nomor 1 – Saya yakin Anda tahu. Namanya: HEADLINE.

Yang perlu Saya jelaskan, kenapa Saya menggunakan kata “DAN” dan kata “KUASAI” (masih cek gambar). Ya, bukan tanpa alasan Saya menuliskannya. “DAN” adalah salah satu Linkage (kata sambung) atau lebh tepat dinamakan sebagai: Simple Conjuction. Dengan meletakan kata “Dan”, maka akan memberikan efek yang smooth, seakan2 ada hubungan antara belajar bahasa arab dan copywriting.

Dan kenapa Saya menggunakan kata “KUASAI”. Itu yang disebut dengan: Embedded Command. Artinya, Saya memberikan sugesti kepada pembaca untuk menguasai copywriting. Karenanya, Saya menghilangkan imbuhan “meng-“, dan menuliskannya dengan “kuasai”.

 

Nomor 2 – Namanya: GIVING VALUE #1.

Ya, Saya memberikan value kepada pembaca, tepatnya ilmu tentang bahasa arab. Saya ceritakan panjang lebar tentang hal tersebut.

Nah, yang perlu digarisbawahi, pada value yang pertama ini, Saya sengaja membuat pembaca masuk dalam state (kondisi mental dan pikiran) yaitu “bingung”.

Saya yakin, mereka pembaca status Saya, terutama yang nggak punya latar belakang bahasa arab sama sekali, akan kebingungan dengan apa yang Saya sampaikan. Ini bagus!

Yang mesti jadi catatan, pastikan bingungnya jangan sampai bingung banget. Buatlah pembaca merasa “bingung sedikit”. Karena bingung sedikit adalah kunci dari trance.

Dan kalau udah trance, bacanya bakal sampai habis dan ngalir. hehe

Poin A – Namanya: FUTURE PACING.

Intinya, Saya sedang mengaitkan materi tulisan dengan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, yaitu dengan menyarankan pembaca untuk belajar memperjelas bacaan sholat dan al-qur’an.

Poin B – Namanya: COVERT STATEMENT.

Kata-kata halus dan terselubung seolah-olah itu tak terucap padahal terucap. Bayangin aja, susunan kalimatnya seakan-akan Saya nggak mau menyampaikan itu, tapi daritadi ngomongin itu. hehehe…

Nomor 3 – Namanya: GIVING VALUE #2.

Ini adalah value kedua yang ingin Saya sampaikan dalam status tersebut. Tujuannya adalah untuk menguatkan persepsi pembaca bahwa Saya benar-benar bukan sedang jualan, melainkan memberikan Value. Makanya perlu dilakukan Stacking Value (value yang ditumpuk2)

 

Nomor 4 – Namanya: TRANCE WORD.

Sebuah kata untuk membuat pembaca mengakses ke dalam pikirannya dan menjadi lebih terasosiasi.

 

Nomor 5 – Namanya: EMBEDDED COMMAND.

Kalimat perintah yang ditempelkan. Triknya, hilangkan impuan awalnya. Cek kata dalam gambar ya…

 

Nomor 6 – Namanya: TDS (TRANCE DERIVATIONAL SEARCH)

Dalam kalimat-kalimat sebelumnya, Saya sudah melakukan: Confusion Hypnosis, alias hipnotis dengan teknik yang membingungkan.

Saat pembaca kesulitan memahami apa yang didengar atau dialami, mereka akan cenderung masuk ke dalam pikiran sendiri untuk memahami kebingungan. Dalam istilah NLP peristiwa itu disebut sebagai tds (trance derivational search). Nah pada saat kebingungan itu terjadi, maka sugesti bisa ditancapkan dengan cara tertentu, seperti menggunakan perintah tertanam (Embedded Command)

 

Nomor 7 – Namanya: CALL TO ACTION #1.

Udah tahu lah kalau ini ya? hehe….

Intinya, kalimat perintah dan inti jualannya.

 

Nomor 8 – Namanya: PRESUPOSISI.

Kata “Siapa lagi” dalam kalimat tersebut, berarti bahwa tidak ada lagi orang GENDENG berani bongkar rahasia dapur selain Saya. hehe

Akan beda cerita kalau kata tanyanya diubah jadi “Siapa”, maka fokus orang akan beralih mencari jawaban yang bisa jadi bukan Saya (Dewa Eka Prayoga) hihi

 

Nomor 9 – Namanya: QUOTE.

Quote adalah satu bentuk dari metaphor yang luar biasa efektif. Dalam kalimat tersebut, nggak jelas siapa yang ngomong. Dan itu lebih mudah diterima oleh pembaca ketimbang menuliskan nama kitanya. Misalnya, “Menurut Saya, sebaik2nya ilmu adalah yang diamalkan dan diajarkan”

Beda efek. Rasain.

 

Nomor 10 – Namanya: CALL TO ACTION #2

Ini pun sudah jelas. Ini adalah perintah agar pembaca melakukan apa yang kita minta. Dalam hal ini Saya meminta mereka untuk share.

Lucunya, Saya sengaja membuat mereka bingung. Maksudnya?

Ada ambiguitas disini. Kata “share kalau setuju” itu maksudnya setuju dengan quote di atas (quote sebelumnya) atau setuju dengan penjelasan panjang Saya dalam status tersebut.

Efeknya, mereka malah banyak yang share. Karena bisa jadi persepsi mereka adalah “setuju dengan quote sebelumnya”. Kebayang? ^_^

Huffh….

Capek banget ngetiknya.

Silakan Anda baca berulang-ulang modul ini.  Pahami satu per satu.

Kalau ada yang nggak ngerti, silakan tanyakan…

“Kalau bingung, artinya Mikir. Dan itu bagus!” hehe

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *