MODUL 21 – Salese Funnel Strategy

Pada prinsipnya, tidak ada berbeda antara jualan offline dan online Perbedaan paling signifikan adalah dari media yang digunakan. Mungkin bagi Anda pembaca buku Tembus Omset 100 Juta Modal BlackBerry pernah melihat rumus ini:

Prospek x % Closing = BUYER x AVG Sales x Repeat Order = OMZET

Apakah Anda pernah melihatnya?

Sambil mengingat kembali dan agar lebih mudah dalam memahaminya, mari Saya jelaskan.

√ Prospek adalah mereka yang tertarik untuk membeli produk Anda. Biasanya ditandai dengan masuknya database mereka ke Anda dan mulai bertanya-tanya tentang produk Anda

√ %Closing adalah seberapa besar konversi dari orang yang tertarik pada akhirnya memutuskan untuk beli produk Anda

√ Buyer adalah pembeli produk Anda

√ AVG Sales adalah rata-rata banyaknya jumlah pembelian saat terjadi penjualan

√ Repeat Order adalah banyaknya jumlah pembelian ulang yang dilakukan oleh orang yang sama dalam kurun waktu tertentu

√ Omzet adalah nilai penjualan yang Anda dapatkan

Nah, jika Anda perhatikan, BUYER dan OMZET merupakah hasil dari perkalian keempat unsur tersebut diatas, yaitu Prospek, % Closing, AVG Sales, dan Repeat Order. Artinya, jika Anda ingin meningkatkan penjualan Anda, maka Anda harus fokus pada keempat unsur tersebut, bukan pada Buyer dan Omzetnya. Paham? hehe…

Baiklah.. Bukan itu sebenarnya yang ingin Saya bahas pada modul kali ini. Saya ingin sharing kepada Anda tentang Bagaimana Menyusun Strategi Penjualan di Dunia Online. Mau tahu? Ilmu ini sudah Saya praktikkan di setiap bisnis Saya. Hasilnya: GENDENG! Omzet Meledak! DHUARR..!! Dan jangan dulu percaya, sebelum membuktikannya sendiri.

Apa sebenarnya Rahasianya?

Kuncinya adalah: MEMBUAT SALES FUNNEL!

Ya. Cara terbaik untuk meningkatkan omzet dan profit di dunia online adalah dengan cara membuat sebuah sales funnel.

Sales Funnel adalah sebuah proses dimana kita membantu calon customer untuk mencapai goalnya (menyelesaikan masalahnya), dengan memberikan solusi secara bertahap, sehingga customer akan membeli produk-produk yang kita tawarkan lebih dari satu kali.

Misalnya: Jika Anda penjual obat atau suplemen penurun berat badan. Anda tidak bisa tiba-tiba menjual produk dengan harga yang sangat premium katakanlah 5 juta kepada target market Anda. Nah, lho? Lantas, apa yang harus Anda lakukan?

Pada langkah pertama, kita akan masuk ke dalam proses penawaran Lead Magnet dan penawaran Tripwire.Dalam proses ini, Anda akan mengetahui bagaimana mengembangkan bisnis Anda dengan metode Jay Abraham yang pertama, yaitu Meningkatkan Jumlah Customer.

Lead Magnet adalah janji yang ditawarkan kepada visitor untuk ditukar dengan kontak mereka.

Jangan salah sangka, meskipun tidak ada uang yang bisa Anda dapatkan pada transaksi ini. Namun, pada tahap ini Anda bisa mengetahui siapa yang dapat Anda prospek.

Anda harus memberikan janji yang sulit ditolak oleh visitor pada tahap Lead Magnet ini. Lead Magnet biasanya ditempatkan pada sebuah web page yang disebut landing page atau squeeze page, dan berguna untuk mengonversi cold traffic menjadi leads untuk bisnis Anda.

Berikut adalah contoh dari Lead Magnet yang Saya tawarkan dalam sebuah Squeeze Page. Silakan cek >> BelajarJagoJualan.com

Tujuan dari page ini hanya satu, yaitu pengunjung mengisi nama dan email. Karena fokusnya hanya nama dan email, maka jangan ganggu pengunjung website Anda dengan menu lainnya.

Lead Magnet dibuat untuk meningkatkan leads.

Pada tahap ini, Anda mulai berpikir tentang janji apa yang dapat Anda tawarkan untuk ditukarkan dengan data pengunjung website Anda? Jika Anda memahami dan menyelesaikan langkah ini, maka Anda sudah di depan para pesaing Anda.

Ingat, goal pertama Anda adalah untuk meningkatkan jumlah customer. Sejauh ini, kita hanya menghasilkan leads melalui Lead Magnet. Pada tahap ini, Anda belum sampai memiliki customer baru. Namun begitu, dengan mempelajari tahap ini, maka Anda akan memiliki customer baru untuk market Anda.

Selanjutnya adalah Trip Wire.

Penawaran di dalam Trip Wire dibuat untuk orang-orang yang telah menunjukkan interest mereka pada produk atau jasa Anda melalui Lead Magnet. Trip Wire adalah penawaran yang terjangkau dan relatif mudah untuk diambil. Biasanya, antara Rp. 10.000 dan Rp. 200.000.

Tapi, jika Anda menjual produk atau jasa dengan nominal yang cukup tinggi, maka Anda dapat menawarkan Tripwire dengan harga yang sesuai. Sehingga, Anda dapat mengonversi leads Anda dengan sangat baik agar menjadi pembeli dan kemudian Anda dapat membawanya ke tahapan funnel berikutnya.

Tujuan dari Tripwire pada dasarnya adalah mengubah hubungan dari prospek ke customer. Cara mengonversi prospek ke customer, yakni dengan cara customer harus melakukan transaksi. Bahkan, hanya dengan transaksi Rp. 10 ribu, Anda sudah menyeleksi banyak leads Anda menjadi customer.

Kuncinya adalah untuk membuat Penawaran Tripwire yang tidak dapat ditolak.

Cara yang paling umum untuk membuat Trip Wire yang tidak dapat ditolak adalah dengan menjualnya pada harga modal atau dalam beberapa kasus, bahkan ada yang menjualnya di bawah harga modal. Sehingga, hal tersebut mengharuskan Anda untuk mengeluarkan dana untuk promosi Trip Wire ini.

Memang benar jika Anda tidak bisa menjadikan penawaran di Trip Wire ini sebagai income utama Anda. Karena, kembali lagi pada tujuan dari Tripwire adalah untuk mendapatkan list pembeli. Sehingga, melalui list ini Anda dapat menggunakannya pada funnel berikutnya. Ingat, pada bisnis ini tidak ada yang lebih berharga selain mendapatkan list pembeli.

Konversikan jumlah maksimum Lead Magnet dan arahkan mereka agar menjadi paying customer, bahkan dengan mengorbankan margin keuntungan Anda. Dengan begitu, Anda akan memperoleh paying customer yang akan mampu memberikan keuntungan bagi Anda melalui tiga langkah selanjutnya :

√ Core Offcer
√ Profit Maximizer
√ Return path

Core offer adalah produk utama Anda yang ingin ditawarkan.

Anda akan melihat ledakan penjualan Core Offer dengan menggunakan langkah Lead Magnet dan Trip Wire terlebih dahulu, ketimbang langsung menawarkan Core Offer.

Dalam beberapa kasus, penjualan dari Core Offer menghasilkan profit. Tapi, tidak harus seperti itu. Anda akan membuat sistem dengan tujuan untuk mendapatkan lebih banyak customer dari yang dimiliki oleh kompetitor Anda.

Ingat, Jeff Bezos mengatakan bahwa besarnya margin kompetitor adalah peluang bagi Anda. Anda dapat mengoptimalkan conversion rate, traffic acquisition, dan value dari produk Anda untuk mencari sebanyak mungkin customer.

Ini mungkin mengagetkan, namun banyak pengusaha sukses dunia tidak mendapatkan profit sampai mereka mencapai dua tahap berikutnya (Profit Maximizers dan Return Path). Metode kedua dari pengembangan bisnis Jay Abaraham adalah untuk meningkatkan nilai transaksi setiap customernya. Di sinilah peran Profit Maximizer begitu dapat dirasakan efektivitasnya.

Banyak bisnis tidak memiliki Tripwire dan Profit Maximizer. Mereka hanya menjual Core Offer mereka kepada cold traffic.

McDonalds fries coke

Apakah Anda tau bahwa MCDonald’s tidak mendapat keuntungan dari menjual hamburger mereka? Hamburger mereka adalah Core Offer, tetapi kentang goreng dan coke-nya adalah Profit Maximizer. Memang benar jika Hamburger adalah bintang utama yang dijual oleh MC Donald’s, namun penjualan tertinggi bukan terletak pada Hamburger tersebut, melainkan pada kentang goreng dan coke-nya yang merupakan sebuah produk maximizer. Menarik bukan?

Cari tahu bagaimana caranya profit maximizer dan income Anda mulai tidak dapat dihentikan. Namun ada 1 cara lain yang lebih mampu membantu Anda mendapatkan keuntungan besar. Ulasan ini akan kita bahas pada langkah selanjutnya.

Yang terakhir adalah, meningkatkan jumlah transaksi setiap customer Anda. Kita masuk ke bahasan Return Path.

Menjalankan Return Path, caranya adalah melakukan komunikasi yang sering dan juga strategis dengan memberikan penawaran lain ke customer Anda. Karena Anda telah memiliki informasi mengenai customer Anda melalui lead magnet, maka Anda dapat melanjutkan marketing Anda dengan penawaran lainnya.

Anda bisa menawarkan lead magnet, trip wire, core offer dan profit maximizer yang baru kepada data customer bisnis Anda. Email marketing, content marketing, organic social media, custom  audience, dan ad retargeting adalah taktik untuk menjaga komunikasi dengan customer Anda dan yang mampu meningkatkan frekuensi pembelian mereka.

Bagaimana Anda bisa menggapai customer bisnis Anda berulang kali? Kapan Anda melakukan kontak dengan customer Anda selain saat melakukan penjualan? Buatlah komunikasi sesering mungkin dengan customer Anda di luar penjualan. Anda dapat meningkatkan komunkasi dengan customer Anda melalui promosi atau cara lainnya. Perlu Anda ingat, semakin sering Anda berkomunikasi dengan mereka, maka Anda akan meningkatkan frekuensi transaksi mereka melalui return path.

Ingat, setiap langkah memiliki tujuan yang berbeda-beda:

√ Lead Magnet untuk mencari data pengunjung website.
√ Tripwire untuk meningkatkan list pembeli.
√ Core Offer yang memberikan Anda profit.
√ Profit Maximizer untuk meningkatkan profit Anda.
√ Return Path untuk meningkatkan frekuensi daya beli customer Anda.

Setiap langkah dari sistem ini akan mampu meningkatkan income bisnis Anda.

Menggunakan semua cara tersebut, akan membuat bisnis Anda tidak dapat dihentikan dan terus melaju menjadi semakin besar dan berkembang. Saya sudah membuktikannya di Billionaire Store, tinggal Anda.

P.S. Materi ini Saya ambil dari salah satu Mentor Saya, yaitu Denny Santoso. Saran Saya, jika Anda ingin belajar tentang Digital Marketing lebih dalam dan lebih detail, ikuti saja Proram Digital Labsnya. Saya juga masih belajar soalnya kalau soal beginian.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *